JK: Seleksi Guru Harus Diperketat


Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengatakan seleksi guru harus lebih ketat dibandingkan seleksi pegawai negeri sipil (PNS) lainnya. Pasalnya, guru punya tugas yang lebih berat.

"Guru itu tugasnya mencerdaskan bangsa, maka guru harus lebih cerdas dari siswa. Oleh karena itu, ujian guru harus lebih ketat dibandingkan lainnya," ujar Jusuf Kalla dalam seminar yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta, Jumat (27/5/2015).

Wapres menambahkan karena beratnya tugas, guru honorer tidak bisa langsung diangkat menjadi guru PNS. Harus melalui pola seleksi.

"Demi mutu pendidikan, kita tidak bisa langsung angkat guru honorer sebagai PNS. Kalau langsung diangkat, nanti pemda merekrut banyak guru honorer dan kemudian mengangkatnya jadi PNS tanpa memperhatikan mutu," papar dia.
JK: Seleksi Guru Harus Diperketat
JK: Seleksi Guru Harus Diperketat

Menurut dia, guru bukan seperti halnya Satpol PP yang tugasnya lebih banyak melakukan penertiban. "Guru bukan seperti Satpol PP yang asal tegak saja. Tapi mencerdaskan bangsa."

Wapres juga menambahkan guru harus terus belajar dan tidak puas dengan ilmu yang sudah ada pada dirinya. Permasalahan guru, lanjut dia,  bukan terletak pada jumlah guru tapi sistem penyaluran yang tidak merata, menumpuk di perkotaan.

"Kami sedang memikirkan distribusi guru itu bisa lintas provinsi.  Sehingga kami bisa lebih mudah menyelesaikan permasalahan guru," papar dia.

Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi, mengatakan salah satu jalan keluar dari permasalahan guru yang tidak merata adalah melalui program Guru Garis Depan. Program tersebut mengirimkan guru-guru terbaik untuk ditempatkan di sejumlah daerah terpencil, tertinggal, dan terluar. (Antara)

Menpan RB: Guru harus Berani Ambil Risiko


Seorang pendidik yang sukses adalah yang memiliki tujuan serta mampu memberikan kerja 100%, dan menahan diri untuk tidak mengharapkan feedback secara langsung. Selain itu, seorang guru juga harus mengetahui kapan waktunya mendengarkan siswa, kapan waktunya memberikan nasehat kepada mereka, dan mampu memberikan pujian.

Demikian pesan yang disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional tentang Pengembangan SDM Pendidikan yang Kompeten Menuju Keunggulan Kompetitif dan Koperatif di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Selasa (24/5). Hadir dalam acara tersebut Rektor UNJ Djali, Wakil Rektor I UNJ Muchlis Lantoni Ludin, dan Wakil Rektor III UNJ Ahmad Sofyan Hanif.
Menpan RB

Lebih lanjut Yuddy mengatakan, hal yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa seorang guru harus memiliki keberanian untuk mengambil risiko. “Hal ini merupakan pembelajaran langsung para siswa untuk melihat gurunya mencoba hal-hal baru dan bagaimana mengatasi risiko kegagalan," ujarnya.

Guru Besar dari Universitas Nasional itu mengatakan, seorang pendidik tidak hanya harus mengandalkan pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga sikap perilakunya harus menjadi panutan. Seorang pendidik yang sukses juga harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan para siswa dan juga perubahan-perubahan yang terjadi di dalam ruang kelas. "Para siswa tidak hanya membutuhkan dukungan material pengetahuan tetapi juga emosionalnya," kata Yuddy.

Menurut Yuddy, terkadang hal yang berat bagi seorang pendidik adalah dirinya sendiri. Tidak jarang, pendidik baik guru maupun dosen membuat batasan-batasan bagi dirinya sendiri. Padahal, seorang guru yang baik tahu kapan saatnya untuk menerobos atau merobohkan batasan-batasan itu.

"Menjadi pendidik juga merupakan proses pembelajaran yang tidak berkesudahan bagi para pendidik itu sendiri. Inilah yang menjadi kunci sukses seorang SDM pendidikan yang kompetitif di era perubahan sekarang ini," kata Yuddy.

Sementara itu, Rektor UNJ mengatakan, seorang dosen bukan hanya jago memberikan kuliah tapi dalam perilakunya patut menjadi contoh. Ditambahkan bahwa pertemuan ini bukan hanya seminar, tapi diharapkan dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran yang membuat bangsa kita berkembang. “Perguruan tidak hanya bekerja untuk memajukan pendidikannya sendiri tetapi untuk memajukan kehidupan bangsa dan negara, dan rakyat menantikan pemikiran segar dari perguruan tinggi," kata Djali. ‎(ns/HUMAS MENPANRB)

Kisah Guru Istiqomah Mengajar Di Pedalaman Papua

Mengajar di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) selalu memberi cerita dan pengalaman tersendiri bagi siapa pun yang menjalaninya. Bagaimana tidak, keindahan alam Bumi Papua sungguh luar biasa. Deretan perbukitan hijau, sungai, hingga air terjun menjadi suguhan kala seorang guru, Istiqomah Fenica Yusnita, menempuh perjalanan udara untuk mengabdi di Distrik Okhika, Pengunungan Bintang, Papua.

Istiqomah, begitu dia akrab disapa, merupakan guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Di sana, dia mengajar di dua sekolah, yaitu SD Inpres Bakonaip dan SMP N Satu Atap Bakonaip. Istiqomah mengatakan, selama mengabdi di Okhika dia tinggal di rumah dinas Kepala SD Inpres Bakonaip.

"Rumah yang kami tinggali berada di area yang strategis, yakni di dalam lingkungan sekolah. Ruang kelas SD Inpres Bakonaip berjarak dua meter di sebelah barat, di sebelah timur terdapat kompleks perumahan guru yang lain. Di sebelah utara ada balai kampung, di sebelah selatan sekitar 20 meter terdapat halaman dan ruang kelas SMP," ujarnya dinukil dari laman UNY, Selasa (17/5/2016).

Alumni prodi pendidikan kimia FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) itu menceritakan, keingintahuan para siswa tentang hal-hal baru begitu tinggi. Di tingkat SMP, mereka juga sangat antusias dengan pelajaran yang diberikan. Bahkan, persaingan untuk berprestasi dari masing-masing anak cukup besar.
"Pada awalnya membiasakan belajar kepada mereka begitu sulit. Namun setelah mengetahui senangnya belajar dan tahu hal-hal baru, membuat mereka ketagihan untuk belajar bersama," terangnya.

Istiqomah berpendapat, para siswa masih haus akan kedatangan guru. Mereka terlihat masih begitu kurang akan ilmu-ilmu sehingga guru dianggap segalanya dan serba bisa. Salah satu siswa yang masih perlu bantuan guru, kata dia, adalah Dobali Iktus Tepmul yang belum bisa membaca.
"Jangankan membaca, abjad saja dia masih kesulitan menghafal. Namun dia paling unggul di kekuatan fisik dan paling rajin jika disuruh untuk kerja fisik," tuturnya. http://news.okezone.com/

Modul Materi PLPG

Berikut kumpulan file materi pembelajaran PLPG yang bisa anda unduh berdasarkan mata pelajaran.
Silakan klik sesuai mata pelajaran, file dalam format zip, jadi wajib di ekstrak dulu, setelah diunduh klik kanan file pilih ekstraks file. Bahasa Indonesia, Fisika, IPA, Matematika, IPS, Kimia, Biologi, Bimbingan Konseling, Ekonomi, Penjaskes, Bahasa Inggris, Pkn, Sejarah.

download file modul materi pembelajaran PLPG unduh modul PLPG 1 Materi KPPG & Kurikulum 2015 2 SSP Dan RPP Workshop 3 Kisi-Kisi PLPG 2015 BK Bhs Indonesia Bhs Inggris Bhs Jawa Biologi Ekonomi Fisika Geografi IPA IPS Kimia Matematika PAUD PPKn Penjaskes SD SLB Seni Budaya Sosiologi Teknik Mesin

Silakan buka tautan ini untuk mengunduhnya

Modul PLPG Sergur Kemenag

Di Beberapa daerah sebagian sudah ada yang memulai PLPG, baik di lingkungan Kemdikbud maupun di lingkungan sergur kemenag. Berikut kami bagikan modul PLPG sergur Kemenag. Modul ini merupakan bahan ajar saat PLPG tahun 2014, namun tentunya tidak ada perubahan berarti.
Unduh modul PLPG sergur Kemenag. Semua bidang pelajaran Modul PLPG untuk Guru Kelas MI Modul PLPG untuk Guru PAI Mapel Al Quran Hadis Guru Mapel Akidah Akhlak Mapel SKI Bahasa Arab Fikih RA
Modul PLPG Sergur Kemenag
Silakan klik di masing-masing tautan di bawah ini
1. Modul PLPG Kemenag untuk Guru Kelas MI 2. Modul PLPG untuk Guru PAI
3. Modul PLPG untuk Guru Mapel Al Quran Hadis 4. Modul PLPG untuk Guru Mapel Akidah Akhlak  5. Modul PLPG untuk Guru Mapel SKI 6. Modul PLPG untuk Guru Mapel Bahasa Arab
7. Modul PLPG untuk Guru Mapel Fikih  8. Modul PLPG untuk Guru Kelas RA